Modifikasi Media Tanam Tanaman Sayuran
Modifikasi ini dilakukan dengan mengubah sebagian atau seluruh media
tanam.Teknik yang dilakukan untuk memodifikasi media tanam adalah teknik
Hidroponik dan untuk memodifikasi wadah tanam adalah Vertikultur
Media tanam organik berasal dari komponen mahkluk hidup seperti
daun,batang,bunga,buah atau kulit kayu.Bahan anorganik berasal dari
proses pelapukan batuan,bahan sintetis atau kimia
1.Modifikasi Media Tanam
Hidroponik adalah salah satu teknologi budidaya tanaman tanpa tanah
dengan pemberian hara tanaman yang terkendali.Media tanam yang dapat
digunakan untuk Hidroponik antara lain :Sabut
kelapa,Ijuk,Kerikil,Arang,Zeolit,dan Air
Berikut Bahan,Alat dan Teknik Hidroponik
a.Bahan dan Alat
-Benih Tanaman
-Nutrisi Hidroponik
-Media Tanam yang disterilkan
-Tempat Persemaian
-Wadah Media
-Wadah Larutan Nutrisi
b.Teknik Budidaya Hidroponik
1)Pembibitan
Dapat dilakukan secara langsung atau melalui persemaian
2)Persiapan Larutan Nutrisi
Larutan Nutrisi diberikan dalam bentuk mengalir atau genangan
3)Penanaman
Pindahkan tanaman dari persemaian ke wadah tanaman yang sudah di isi media steril
4)Perawatan
Simpan tanaman di daerah yang tidak terkena cahaya matahari
langsung selama 1 sampai 2 minggu dan diberi nutrisi secara teratur
5)Panen
Pemanenan harus dilakukan dengan hati hati agar tidak mengganggu produksi berikutnya
2.Modifikasi wadah Tanam
Wadah tanam merupakan tempat yang terbatas untuk menampung media
dan nutrisi bagi tanaman.Contoh wadah yang umum digunakan antar lain
Gelas kemasan bekas,Botol bekas,Kaleng bekas,Pot dan Polybag
Vertikultur merupakan teknik budidaya pertanian yang dilakukan
secara vertikal atau bertingkat ,baik pada area indoor maupun area
outdoor.Sayuran yang biasa digunakan antara lain:
Selada,Kangkung,Bayam,Pakcoy dan Caisim
Sumber: Buku Prakarya Kelas 7 Kurikulum 2013